- Mengapa Kopi?
- 64% mengonsumsi kopi sehari sebelumnya.
- 79% menyeduh kopi di rumah. (Berdasarkan National Coffee Association’s 2018 report on coffee consumption in America ).
- Kondisi di Lampung: Harga kopi turun drastis (Rp 17 ribu/kg pada 2018), terendah dalam 5 tahun terakhir.
- Indonesia: Produsen kopi top ten dunia (Lampung salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia dengan 128 ribu ton).
- Kondisi Industri Pertanian Kopi:
- Petani mendapatkan bantuan/hibah dari pemerintah dan swasta untuk peningkatan kapasitas & kualitas produksi.
- Petani mampu memproduksi kopi
single origin (premium) namun terkendala distribusi. - Petani mendapatkan pelatihan pengolahan kopi untuk peningkatan kualitas.
- Produksi
grade standar industri (“Asalan”) masih menjadi kapasitas terbesar.
- Tipikal Rantai Suplai Kopi: Melibatkan petani, koperasi, eksportir, importir, roaster industri, distributor hingga coffee shop atau toko kelontong. Potensi wirausaha skala UMKM.
- Rantai Suplai Single Origin (Premium) Robusta Lampung: Harga panen biji merah Rp 5.500/kg, hingga kopi kemasan Rp 130.000/kg.
Pemrosesan Kopi: Meliputi pengolahan, pemanggangan, pembubukan, pengemasan, hingga menjadi kopi olahan (contoh: Ngopa Ngopi).
